Dulu, hari-hariku terasa penuh lara. Kesedihan yang tak kunjung reda terasa begitu menggerogoti hati. Mengenangnya ternyata hanya menyesakan dada. Membuat memori semakin penuh dengan luka lama. Enam tahun menghabiskan waktu bersama seseorang ternyata bukanlah waktu yang singkat. Dengan segala egonya yang membuatku terjerambat, memuakan jiwa hingga menusuk ke hati dan terasa begitu sesak.
Untuk beberapa kali aku berjanji menutup pintu hati. Menutup rapat semua sisi hati setelah luka lama sukses menggerogoti hati. Namun kini, kau hadir membawa beribu bahagia yang tidak dapat kuhitung lagi. Kekhawatiranku perlahan memudar, seiring hadirmu yang kini tepat di hadapanku, menggenggam erat hatiku tanpa ragu. Masa senduku di masa lalu kini telah berlalu pergi, sela-sela jemari yang kosong pun kini sudah terisi. Sama seperti relung hati yang entah sejak kapan tak pernah merasa kehangatan lagi.
Aku melihat sesuatu yang berbeda ada pada dirimu, sesuatu yang lain yang kasat mata. Beginikah rasanya bahagia ketika berhasil menemukan pelabuhan pilihan? Ketika merasa berhasil menata porsi hati yang rusak, lalu kembali menyediakan ruang untuk seseorang yang ku rasa tepat. Semesta kini seakan bersahabat denganku, tiap detik dalam hidupku terasa semakin berharga dengan hadirmu di sini, di sisiku.
Ternyata benar, masa lalu tak seharusnya kembali. Dan memang tak sepantasnya kembali--begitu seharusnya, bukan? Biarlah sesuatu yang 'pernah' indah di masa lalu kekal sebagai hal yang sudah jauh terlewat, dan tak seharusnya kembali dikunjungi.
-Dariku, yang mencintaimu tanpa titik.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar